Management Logistic
Logistic Management
adalah pengelolaan aliran barang, informasi, jasa, dsb. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sedangkan management dalam logistik dapat diartikan sebagai pengelolaan, terdiri dari:
- Plan
- Implementasi
- Control
- Goal/Tujuan: Memenuhi kebutuhan pelanggan
- Component: Manufaturing, Supplier dan Customer
- Activity: Procurement(pengadaan), Storage(penyimpanan), Delivery(pengiriman)
- Control: Prinsip logistik yaitu 7R
Untuk tipe logistik terdiri dari:
- Inbound logistic: aliran dari luar kedalam organisasi atau perusahaan (Supplier-Perusahaan)
- Onbound logistic: aliran dari dalam keluar organisasi atau perusahaan (Perusahaan-Distributor)
- Reverse logistic: aliran finished produk dari customer ke supply chain (Return-> Repair)
7R logistik adalah:
- Right Product (how to get)
- Right Quantity (with the)
- Right Condition (with the)
- Right Customer (to the)
- Right Place (at the)
- Right Time (in the)
- Right Price (at the)
Fungsi Manajemen Logistik
- Fungsi Perencanaan: Perencanaan yang baik menuntut adanya sistem monitoring, evaluasi dan reporting yang memadai dan berfungsi sebagai umpan balik untuk tindakan pengandalian terhadap devisi-devisi yang terjadi. Dalam suatu kegiatan dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan pencapaian tujuan (Sasaran) di perlukan kerjasama yang terus menerus antara pimpinan / staf, perencana, pelaksana dan pengawas dengan masing-masing kegiatan yang dilakukan sesuai dengan uraian tugas masing-masing. Seluruh kegiatan diarahkan pada pencapaian tujuan (untuk mencapai sasaran) organisasi. Perencanaan dapat dibagi ke dalam periode-periode sebagai berikut: Rencana jangka panjang (Long range), Rencana jangka menengah (Mid range), Rencana jangka pendek (Short range). Dalam tahapan perencanaan logistik pada umumnya dapat menjawab dan menyimpulkan pernyataan sebagai berikut:
- Fungsi Pengangaran: Dalam fungsi penganggaran, semua rencana-rencana dari fungsi perencanaan dan penentu kebutuhan dikaji lebih lanjut untuk disesuaikan dengan besarnya biaya dari dana-dana yang tersedia. Dengan mengetahui hambatan-hambatan dan keterbatasan yang dikaji secara seksama maka anggaran tersebut merupakan anggaran yang reliable. Apabila semua perencanaan dan penentu kebutuhan telah dicek berulang kali dan diketahui untung ruginya serta telah diolah dalam rencana biaya keseluruhan, maka penyediaan dana tersebut tidak boleh diganggu lagi, kecuali dalam keadaan terpaksa. Pengaturan keuangan yang jelas, sederhan dan tidak rumit akan sangat membantu kegiatan. Dalam menyusun anggaran terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan antara lain adalah:
- Fungsi Pengadaan: Pengadaan adalah semua kegiataan dan usaha untuk menambah dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa berdasarkan peraturan yang berlaku dengan menciptakan sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada. Kegiatan ini termasuk dalam usaha untuk tetap mempertahankan sesuatu yang telah ada dalam batas-batas efisiensi. Sedangkan Mustikasari berpendapat fungsi pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasi atau mewujudkan kebutuhan yang telah direncanakan atau telah disetujui sebelumnya. Proses pengadan peralatan dan perlengkapan pada umumnya dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
- Fungsi Penyimpanan: Penyimpanan berfungsi untuk menjamin penjadwalan yang telah ditetapkan dalam fungsi-fungsi sebelumya dengan pemenuhan setepat-tepatnya dan biaya serendah-rendahnya. Fungsi ini mencakup semua kegiatan mengenai pengurusan, pengelolaan dan penyimpanan barang. Fungsi yang lain adalah: Kualitas barang dapat dipertahankan, barang terhindar dari kerusakan, pencarian barang yang lebih mudah dan barang yang aman dari pencuri. Faktor – faktor yang perlu mendapat perhatian dalam fungsi penyimpanan adalah:
- Fungsi Penyaluran(disribusi): Penyaluran atau distribusi merupakan kegiatan atau usaha untuk mengelola pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya (Subagya: 1994). Faktor yang mempengaruhi penyaluran barang antara lain:


Comments
Post a Comment